Postingan

Selamat Mu Lara Ku

Gambar
Selamat Mu Lara Ku Selamat bagimu yang menemukan bahagia bersama dia Yang kau anggap setia lebih dari aku yang berusaha menjaga Memberi sedikit jeda bagi hati ku yang sudah terluka Membuat patah lagi dan lagi lewat unggahan baru di social media Aku yang salah melihat walau tak sengaja terbuka di telepon genggam ku Terlihat sangat cepat kau lupakan masalalu mu Padahal kau pernah cerita semua lukamu Bersama aku yang pernah merasakan sakit itu Tapi isak tertinggal hanya aku yang merasakan lukamu Sungguh lucu berita hari ini… Resah bersua   dan aku mengikat pikirku agar tidak larut dalam kalut Memikirkan seketika kau lebih senang bersama dia yang punya semua Hanya aku disini memberi arti dan belajar dari Tuhan yang memberi lara hati Berusaha menilai aku lebih berarti dari pada sakit hati Terimakasih telah memberi luka karena memang sebentar lagi aku juga pergi Menggapai sesuatu yang lebih dari yang dia punya hari ini Jauh dari naman...

Titik Lupa

Titik Lupa [April 14, 2016] Titik. Jujur saja aku ingin menghabiskan cerita ini. Lupa dengan rasa yang aku simpan sendiri. Dia… haaa benar dia. Hanya dengan diam saja dia sudah memberi harapan. Aku lupa kapan kita pertama kali bertemu atau kapan kita pertama kali bersapa. Jujur saja dulu, rasanya 2 tahun aku mulai tertarik dengan rasa ini. Hanya saja dia tidak tau yang aku maksud. Pertama kali aku ingat wajah itu hanya seperti perempuan biasa yang sama dengan perempuan lain. Punya senyum yang manis, rambut lurus, wajah yang cantik, dan tubuh mungil yang ingin ku peluk. Tapi benar-benar aku tidak ingin rasa itu tumbuh. Berusaha menjadi seseorang yang sanggup menjawab pertanyaan kusendiri, “apa sebenarnya mau dari hati ?”. Itu bukan salahku, aku hanya mencoba tetap diam biarpun sembari hati ini menolak untuk diam. Lupa…. Iyaa benar… aku hanya ingin “itu”. Atau jika boleh aku sama sekali ingin tidak pernah melihat ini, bertemu dia dan terlajur dekat dengannya. Rasa itu benar-...

Sendiri Berdiri Terluka

Gambar
Sendiri Berdiri Terluka Apa kabar hai kamu dari aku yang masih setia memelihara luka Kuharap senja sejenak menghangatkan duka Meretas rindu menjadi temu walau hanya dalam media semu Aku luapkan gelisah dalam cerita yang tidak pernah terselesaikan oleh gundah Bercerita tentang aku yang berjuang namun hanya kau yang jadi pemenang Aku memang pecundang yang telah gagal di perang Berlari dari nyata membendung rasa yang tak lagi bisa bersama Benar… kita telah terkotak-kotak oleh ruang dimensi berbeda Walaupun kita sebelumnya pernah berada dalam frekuensi yang sama Berbahagialah, bersenandunglah, menarilah… wahai kau hati yang terlanjur jatuh Berbiasalah untuk mu yang dulu sempat menjadi pernah Dan waktu tak mungkin ku salahkan, karena ialah yang sejatinya mempertemukan Biarlah hanya secercah biasan cahaya merah yang meredam rasa yang patah Dan sembuh belum menjadi bagian dari hati yang sudah terpisah Dia akan...

Cara Cepat Bangun Pagi

Gambar
Cara Cepat Bangun Pagi Merasa susah bangun saat pagi hari ? Bukan kopi, melainkan telepon genggam, yang anda butuhkan untuk bebas dari rasa kantuk di pagi hari. Penelitian dari Swedia mengungkapakn seseorang yang terekspos Blue Light -  sejenis cahaya yang keluarkan oleh telepon gemggam dan tablet -  selama satu jam berhasil mencetak skor yang lebih tinggi pada tes reaksi visual ketimbang merekan yang mengkonsumsi 240 mg kafein (setara dengan dua atau tiga gelas kopi). Alasanya : Retina mata yang terpapar oleh Blue Light bisa membangunkan bagian otak yang mempengaruhi kewaspadaan dan fungsi kognitif seseorang. Menurut C. Martyn Beaven, Ph.D., penulis studi tersebut, melihat melihat telepon genggam Anda di pagi hari memiliki efek yang serupa namun dengan intensitas yang lebih kecil. Sumber : Bulletin Majalah Men's Health Indonesia Men's Health Indonesia

Tes Untuk Memprediksi Alzheimer

Tes Untuk Memprediksi ALZHEIMER Kabar menyenangkan datang dari Georgetown University di Amerika Serikat. Para peneliti di sana berhasil mengembangkan tes darah yang di yakini mampu memprediksi apakah seseorang akan terkena penyakit Alzheimer. Tingkat akurasinya cukup tinggi ; Lebih dari 90% ! Tes tersebut bekerja dengan cara mencari sel-sel saraf rusak yang menjadi penyebab utama Alzheimer yang ada di darah. Meskipun hingga saai ini belum ada pegobatan yang efektif untuk Alzheimer, namun tes ini diharapkan mampu memeringatkan pasien tentang resiko mereka tentang penyakit tersebut. Sumber : Bulletin Majalah Men's Health Indonesia Men's Health Indonesia

Mood Senang, Makan Lebih Terjaga

Mood Senang, Makan Lebih Terjaga Ternyata, mood dapat mempengaruhi apa yang kita makan, ungkap studi yang dipublikasikan di Journal Of Consumer Psychology. Para partisipan yang terlibat dibuat merasakan mood positif, negative dan netral. Ketika mengalami mood buruk, mereka lebih memilih makan makanan yang tidak sehat. Sebaliknya, ketika sedang bahagia, mereka lebih senang mengkonsumsi makanan yang sehat. Mood positif berkaitan erat dengan menghargai tujuan yang jangka panjang, seperti menjaga kesehatan, tulis para peneliti. Sementara itu, mood negative lebih banyak dikaitkan dengan tujuan jangka pendek, seperti mendongkrak mood dan energy secara instan. Hal tersebut mempengaruhi mereka untuk mengkonsumsi makanan tidak sehat demi menaikan mood. Solusinya ? “ Sebelum makan, pikirkan hal-hal yang membuat anda bahagia dan bersyukur. Itu akan bisa membuat Anda makan lebih sedikit” ujar Dr. Brian Wansink , pemimpin studi tersebut. Sumber : Majalah Bulletin Men's Health ...

Merokok Tingkatkan Resiko Katarak

Gambar
Merokok Tingkatkan Resiko Katarak Katarak merupakan penyakit mata dimana lensa mata  yang menjadi keruh, sehingga cahaya  tidak dapat menembusnya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total.  Ternyata merokok dapat memperbesar kemungkinan seseorang mengalami katarak. Sebuah   penelitian dilakukan seorang peneliti di Swedia dari data yang dikumpulkan sebanyak 44.371 pria yang berusia 45 hingga 79 tahun. Selama 12 tahun masa studi, ternyata sebanyak 5.713 pria mengalami oprasi katarak. Peneliti lalu mempelajari kaitan antara jumlah rokok yang dihisap per hari dengan jumlah operasi katarak yang terjadi. Hasilnya ? Mereka menyimpulkan, seorang yang merokok 15 batang per hari beresiko 42 persen lebih tinggi mengalami katarak ketimbang mereka yang tidak pernah merokok. Berhenti merokok memang menurunkan angka resiko tersebut, namun -   bahkan setelah 20 tahun, resikonya lebih tinggi jika dibandingkan dengan bukan perokok. Melalui pe...