Dera
Hempas... Lepas... Walau kau tak terbalas,
dan biarlah dia hilang tanpa bekas.
Oleh aku yang kau dera dengan luka
Bersajak rindu pun tak membuatmu hatimu terbuka.
Ku rasa membatulah sudah Ia.
Kau yang pernah berjanji tak pergi
Namun nyatanya malah yang lebih dulu mematah hati
Terhadap aku yang sudah terlanjur jujur
Tentang perasaan ku padamu, namun kau anggap apa kata-kataku ?
Bisanya kau pelik dengan semua yang sudah aku ucapkan
Apa kata dengan suara bagimu hanya permainan ?
Pudarkah sudah perasa di hatimu ?
Begitu kuat hempasanmu menjatuhi aku
Serupa harapan besar ku genggam namun ia hampa
Kau pernah dengan bebasnya bersuka tentang rasamu padaku
Walau tak ku indahkan itu, sosokmu tetap merayuku
Indahmu kala itu mengalahkan elok senja
Namun ternyata kau membawanya pada dingin malam.
Enyahlah sudah dia yang kusebut rasa sertanya diganti oleh duka.
Beberapa rupa menghardikku dengan tanya setelahnya disusul dengan petuah dewasa.
Katanya mengapa aku berbeda, serupa dengan ayam sakit, di hentak pun tak berkelit. Hingga wejangan orang tua kuterima dari kawan yang masih muda.
Kataku aku di dera oleh kisah dengan akhir terluka.
Bila saja aku bisa membuat drama rupa ceria
Kukira tak apa, bila saja itu membuat aku terlihat bahagia
walau sebenarnya terluka
Biar ikut juga tertawa bersama mereka
Dengan sedikit sembunyikan lara.
~hdrnt~
4 march

Komentar
Posting Komentar